News
Agoraphobia yaitu, suatu kecemasan yang berada didalam suatu tempat-tempat keramaian atau situasi dimana ia merasa bahwa tidak dapat atau sukar menjadi baik secara fisik maupun psikologis untuk melepaskan diri pada tempat-tempat keramaian.

Faktor Penyebab Agoraphobia

Fobia pada tempat-tempat keramaian dikhususkan dengan istilah Agoraphobia, Istilah Agoraphobia sendiri ditemukan berasal dari bahasa yunani yang berarti “takut terhadap tempat-tempat belanja” (marketplace), dalam arti yang lain takut terhadap keramaian atau kerumunan (crowded). Agoraphobia yaitu, suatu kecemasan yang berada didalam suatu tempat-tempat keramaian atau situasi dimana ia merasa bahwa tidak dapat atau sukar menjadi baik secara fisik maupun psikologis untuk melepaskan diri pada tempat-tempat keramaian.

Berikut kami akan menjelaskan factor-faktor penyebab yang dapat menyebabkan seseorang mengalami agoraphobia.

Faktor Penyebab Agoraphobia

Ada beberapa faktor penyebab agoraphobia. Faktor-faktor ini berbeda-beda setiap orang penderita agoraphobia. Beberapa factor penyebab agoraphobia adalah sebagai berikut:

1. Pengalaman Traumatis Masa Lalu

Individu yang mengalami pengalaman traumatis masa lalu besar kemungkinan dapar menyebabkan muncul kondisi fobia, pengalama traumatis ini bisa berupa peristiwa apapun yang sangat menakutkan dan dapat meninggalkan bekas luka mendalam pada individu seperti: trauma psikis, pengalam pribadi yang menimbulkan rasa bersalah. Berbagai rangkaian peristiwa tersebut, kemudian ditekan didalam alam bawah sadar.

Tindakan untuk menekan peristiwa yang tidak mengakkan dalam alam bawah sadar dinamakan represion, hal ini sebagai upaya individu unutk melindungi dirinya (defend mechanism), yaiitu Tindakan pertahan dengan melupakan atau menyangkal pengalamn traumatis tersebut. Dalam jangka pendek, upaya ini memang berhasil meredakan dan menghilangkan berbagai gejala kecmasan, kekhawatiran dan ketakutan yang terjadi. Ketika individu kembali berhadapan atau mengalami situasi yang hampir serupa dengan pengalaman traumatisnya, maka gejala-gejala ketakutan akan muncul. Kondisi ini lah yang kemudian menandai munculnya fobia pada individu tersebut dan akan terus menetap sepanjang usianya, jika tidak ada usaha untuk menyembuhkan derita fobianya.

2. Faktor Kognitif

Faktor penyebab kognitif agoraphobia dengan faktor kognitif, menggambarkan pada diri individu memfokuskan pada bagaimana proses berfikir individu menjadi penyebab dan bagaimana pikiran-pikiran itu mempertahankan reaksi fobianya. Dalam pandangan kali ini, kecemasan berhubungan dengan kecenderungan untuk lebih memperhatikan stimulus yang negatif, dengan menginterpretasikan berbagai informasi yang kurang jelas dan tidak berdasar sebagai ancaman, dan percaya bahwa peristiwa- peristiwa yang tidak menyenangkan akan terjadi lagi di masa mendatang.

3. Faktor Genetik

Dalam hal fobia maupun fobia spesifik dalam kaitannya hal ini adalah agoraphobia yang terjadi pada individu memiliki kemungkinan untuk menurunkan fobia kepada keturunannya. Individu membawa kecenderungan yang sifatnya diturunkan untuk takut pada situasi-situasi yang sepanjang sejarah dianggap membahayakan umat manusia. Menurut penelitan V. Mark Durand dan David H.Barlow bahwa factor genetik menunjukkan kira-kira 31% keluarga tingkat pertama dari orang-orang yang memiliki fobia-fobia spesifik juga memiliki fobia, dibandingkan 11% keluarga tingkat pertama yang memiliki kontrol yang normal. Menariknya, masing-masing subtipe fobia “bred true” (benar-benar diturunkan), dalam arti bahwa keluarga penderita cenderung memiliki tipe fobia yang identik. Jadi ada orang yang menderita agoraphobia karena penyebab agoraphobia karena faktor keturunan.

Cara Mengukur Gejala Agoraphobia

Sebelum melakukan sebuah terapi terhadap gangguan agoraphobia (atau gangguan fobia secara umum), yang perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi gangguan tersebut dengan tes psikologi. Ada beberapa tes psikologi yang bisa digunakan. Salah satu tes psikologi yang paling banyak digunakan dengan tingkat validitas yang tinggi adalah tes MMPI.

NS Development menyediakan tes psikologi MMPI dalam bentuk aplikasi psikotes online, yang telah di validasi oleh psikolog-psikolog berpengalaman, sehingga memberikan kepercayaan terhadap hasil tes. Menggunakan Aplikasi tes MMPI Online memudahkan pengguna dalam mengakses tes MMPI.

Tes MMPI Online NS Development dapat diakses dimana saja dengan menggunakan perangkat yang tersedia seperti laptop, komputer, tablet dan mobile phone. Aplikasi psikotes online ini dapat digunakan dengan menggunakan browser maupun aplikasi android.

Ingin mengikuti tes MMPI Online? Anda dapat mengikutinya dengan registrasi langsung di link tautan Tes MMPI Online.

TIPS Berhubungan